Categories
Uncategorized

Inilah Perbedaan 5 Jenis Jeruk untuk Masakan

Ada lima jenis asam jawa di Indonesia yang biasa digunakan dalam berbagai masakan, yaitu jeruk nipis, jeruk nipis, jeruk nipis, jeruk purut, dan jeruk purut.

Juru masak pemula sering kali kesulitan membedakan jeruk. Nah, Orami mencoba membantu para bunda mengenali ciri-ciri dari masing-masing jenis jeruk berikut ini!

1. Jeruk Nipis

Jenis jeruk untuk sajian pertama adalah jeruk nipis. Jeruk nipis sering disebut juga dengan istilah lime dalam bahasa inggris. Padahal, jeruk nipis mengacu pada banyak jenis jeruk.

Dua di antaranya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dari Asia Tenggara dan kapur Persia (Citrus latifolia) dari Iran.

Kapur persia merupakan jenis kapur yang paling banyak diproduksi di dunia. Kapur Persia lebih besar dan memiliki kulit lebih tebal dibandingkan dengan kapur kunci.

Inilah Perbedaan 5 Jenis Jeruk untuk Masakan

Jeruk Nipis sendiri memiliki khasiat biji lebih banyak, lebih asam, aroma buah jeruk lebih kuat dan rasa pahit.

Jeruk nipis persia merupakan persilangan antara jeruk nipis dan lemon. Karena itu, ukurannya cukup besar dan lonjong dengan ujung agak lancip seperti lemon. Namun, jika lemon sudah berwarna kuning, biasanya jeruk nipis persia dijual saat masih hijau.

Jeruk nipis biasanya diperas ke dalam sup atau sup untuk menambah kesegaran. Di Kuningan, Jawa Barat, varietas jeruk ini diolah menjadi minuman Jeniper, kependekan dari jeruk nipis. Jeruk nipis juga banyak digunakan untuk menghilangkan ikan atau makanan laut.

2. Lemon

Lemon (Citrus limon) atau buah jeruk adalah jenis jeruk yang berasal dari Asia Selatan tetapi dikenal di seluruh dunia. Bagian buah yang paling sering dimanfaatkan adalah jus. Kulit juga digunakan.

Jus lemon mengandung 5-6% asam sitrat dengan nilai pH 2,2 dan karenanya terasa asam. Kandungan asam sitratnya sedikit lebih tinggi dari jus jeruk nipis.

Jus lemon digunakan dalam berbagai makanan dan minuman untuk menghilangkan rasa mencurigakan pada ikan dan untuk mencegah oksidasi (kecoklatan) pada apel cincang, pisang, dan alpukat.

Bagian luar kulit lemon biasanya dihaluskan untuk memberi aroma harum pada masakan dan kue. Kulitnya bisa digunakan untuk membuat selai, membuat pektin, dan mengekstrak minyaknya.

3. Jeruk Nipis

Jeruk Nipis (Citrus amblycarpa) memiliki beberapa nama. Di Betawi dan beberapa daerah lain, jeruk ini disebut jeruk sambal. Orang Sunda dan Jawa menyebutnya limusin. Sedangkan Limau adalah nama yang sering digunakan oleh orang Melayu.

Jeruk nipis berbeda dengan jeruk nipis. Jeruk ini lebih mirip jeruk nipis karena kulitnya tebal dan keriput tapi lebih kecil.

Seperti namanya, air jeruk nipis sering digunakan pada sambal dan siomay agar terasa lebih asam.

4. Jeruk Purut

Kaffir lime (Citrus hystrix), disebut kaffir lime atau macrut lime dalam bahasa Inggris, berasal dari Asia Tenggara dan Cina bagian selatan. Nama Citrus hystrix, yang berarti “jeruk landak”, mengacu pada duri pada batang pohon.

Jeruk jenis ini memiliki kulit yang tebal dan keriput. Jus memiliki rasa yang sangat asam dan harum yang biasa digunakan untuk menghilangkan bau amis ikan.

Namun, dibandingkan dengan buahnya, daun jeruk purut lebih umum digunakan dalam berbagai hidangan. Daun jeruk purut sangat ideal sebagai hidangan, karena mengandung senyawa sitronelol hingga 80%.

Irisan daun jeruk purut biasa digunakan dalam bumbu kemiri dan rempeyek kacang, sedangkan keseluruhan bentuknya sering digunakan bersama dengan daun salam dalam masakan Bali dan Jawa.

5. Jeruk calamansi

Jeruk Calamansi (Citrus microcarpa) memiliki banyak nama yaitu Musk Orange, Key Orange, Songkit atau Lemon Cui. Buah ini merupakan campuran kumquat dan mandarin.

Jenis Jeruk Calamansi ini asli dari Filipina dan ditemukan di Cina bagian selatan, Taiwan, Kalimantan, Sulawesi, dan Bengkulu. Buah ini juga populer sebagai campuran makanan manis di Florida, AS.

Buahnya kecil, bulat, berkulit tipis, berwarna hijau hingga jingga saat matang, dengan daging buah berwarna jingga dan perasan. Rasa airnya bersifat asam karena mengandung asam sitrat hingga 5,5%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *